KERAJAAN ACEH
Abad ke 16 dan 17 aceh
menjadi pangkalan dagang utama di Asia TenggaraAceh terletak di ujung utara
Pulau Sumatra , perkembangan Aceh menjdi baik setelah jatuhnyaMalaka
dan Pasai jatuh ke PortugisFaktor yang menyebabkan aceh berkembang dengan
pesat adalh sebagai berikut Letak Ibu
kota kerajaan aceh Strategis berada di pintu gerbang pelayaranAkibat jatuhnya
malaka ke tangan portugis yang menyebabkan para pedagang Islam banyak yang
singgah di Aceh.
Pelabuhan Aceh mempunyai
persyaratan yang baik untuk pedagang dari luar.4.Daerah Aceh kaya akan lada sebagi mata dagangan yang penting.aceh
di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
Aceh terdesak oleh
kerajaan Johor
Perdagangan dan
pelayaran di Aceh berkembang pesat
Aceh berusaha menguasai
daerah-daerah yang dikuasai oleh Portugis dan daerah di Pantai barat
Sumatra dikuasai aceh
Aceh mengalami puncak
kejayaan.
Aceh dapat menembus
perdagangan Portugis mulai dari Selat Malaka sampai Teluk Persia
Aceh berhasil membendung
Ekspansi bangsa Erop
KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Demak yang terletak di Jawa Tengah merupakan kerajaan
Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak ini berdiri pada sekitar abad 15 M oleh
Raden Patah (putra Raja Majapahit yang bernama Kertawijaya). Ketika kerajaan
Majapahit mengalami kehancuran akibat perang saudtahun 1478, Demak bangkit
menjadi kerajaan Islam. Selanjutnya kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan
besar, di bawah kepemimpinan Raden Patah (1481-1518). Negeri-negeri di pantai
utara Jawa yang sudah menganut Islam mengakui kedaulatan Demak. Bahkan
Kekuasaan Demak meluas ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Palembang, dan Jambi.
Demak di bawah pimpinan
Adipati Yunus (putra Raden Fatah) pada tahun 1512 dan 1513 melakukan
penyerangan ke Malaka untuk menggempur kekuasaan Portugis di sana. Karena
pernah menyerang ke Malaka itu, Adipati Yunus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor
(Pangeran yang pernah menyebrang ke utara).
Pada masa Sultan
Trenggana kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya. Beberapa tindakan penting
yang dilakukannya, antara lain:
menjadikan Demak sebagai salah satu
pusatpenyebaran agama Islam di Nusantara.
melakukan penguasaan terhadap daerah-daerah
pantai utara Jawa seperti Banten dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah, hal
ini dimaksudkan supaya Demak menjadi pusat kekuasaan Jawa.. melakukan
penyebaran Islam ke Kalimantan Selatan dan membantu mendirikan Kerajaan Banjar.
Sepeninggal Pangeran
Trenggana terjadi konflik dalam keluarga, hal ini mengakibatkan kekacauan dan
banyak wilayah taklukannya yang memerdekakan diri. Ketegangan ini dapat
diredakan setelah Jaka Tingkir yang menjabat Adipati Pajang sekaligus menantu
Sultan Trenggono meredam pemberontakan Aria Panangsang yang menginginkan tahta
kerajaan. Jaka Tingkir kemudian memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang
yang sekaligus awal berdiri kerajaan Pajang.
Kerajaan Pajang Berdirinya Kerajaan Pajang tidak lepas dari runtuhnya Kerajaan
Demak pada tahun 1568. Pada mulanya, Arya Penangsang yang menguasai Demak
berhasil dikalahkan oleh Jaka Tingkir. Oleh Jaka Tingkir, pusat Kerajaan Demak
dipindahkan ke Pajang, sebelah barat kota Solo (sekarang). Sejak saat itu,
berakhirlah Kerajaan Demak dan berdirilah Kerajaan Pajang. Adapun Demak pada
saat itu, dijadikan wilayah kadipaten yang diserahkan kepada Arya Pangiri
(putra Sunan Prawoto).Pada waktu Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) memerintah
Kerajaan Pajang, Ki Ageng Pemanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai
balas jasa atas bantuannya mengalahkan Arya Penangsang. Setelah Ki Ageng
Pemanahan wafat, jabatan bupati di
Mataram diberikan kepada Sutawijaya, putra angkat Ki Ageng Pemanahan (lihat
Sejarah Kerajaan Mataram).Sepeninggal Sultan Hadiwijaya pada tahun 1582, takhta
Pajang menjadi rebutan antara Pangeran Benawa (putra Hadiwijaya) dan Arya Pangiri
(menantu Hadiwijaya). Arya Pangiri merasa tidak puas dengan hanya menjabat
sebagai adipati di Demak. Pangeran Benawa disingkirkan dan hanya dijadikan
adipati di Jipang. Selama berkuasa, (1582 – 1586), Arya
Pangiri banyak melakukan tindakan yang meresahkan rakyat, sehingga menimbulkan
berbagai perlawanan.Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pangeran Benawa untuk
menghimpun kekuatan dan merebut kembali takhta Pajang. Dalam hal ini, Pangeran
Benawa bekerja sama dengan Sutawijaya (Mataram). Akhirnya, Arya Pangiri dapat
dikalahkan dan disuruh kembali ke Demak.Setelah Pajang kembali ke tangannya,
Pangeran Benawa justru menyerahkan kekuasaan Pajang kepada Sutawijaya. Hal ini
dilakukannya karena Pangeran Benawa merasa tidak mampu memimpin Pajang yang
begitu luas. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Pajang ke
Mataram (1586). Sejak saat itu, berdirilah Kerajaan Mataram dengan Sutawijaya
sebagai rajanya. Adapun Pajang dijadikan kadipaten dan Pangeran Benawa sebagai
adipatinya.
Krajaan Mataram islamKerajaan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa
yang didirikan oleh Sutawijaya, keturunan dari Ki Ageng Pemanahan yang mendapat
hadiah sebidang tanah dari raja Pajang, Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir).
Kerajaan Mataram Islam berdiri sekitar tahun 1586 . Kerajaan ini bermula dari
sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang.Raja
pertama Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya. Sutawijaya memerintah dari
tahun 1586– 1601. Ia bergelar Panembahan Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo.
Pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram pecah menjadi dua kerajaan. Pembagian
ini didasarkan pada isi Perjanjian Giyanti. Kedua kerajaan tersebut adalah Kesultanan
Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan pusatnya di Yogyakarta.
Kesultanan Yogyakarta diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono
I.Kesuhunan Surakarta dengan pusatnya di Surakarta. Kesuhunan Surakarta
diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III. Perkembangan berikutnya, Kesuhunan
Surakarta pecah menjadi dua, yaitu Kesuhunan dan Mangkunegaran. Pembagian ini
didasarkan pada Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 antara Mas Said dan
Mataram. Kasultanan Yogyakarta akhirnya juga terbagi atas Kasultanan dan Paku
Alaman.Daerah Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam6. Sistem pemerintahan yang
dianut Kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan
tertinggi dan mutlak ada pada diri sultan. Seorang sultan atau raja sering
digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari
kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri
pada rakyat sekali seminggu di alunalun istana. Selain sultan, pejabat penting
lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat.
Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira
rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat
administrasi.Sumber-sumber berita : Seni dan Tradisi : Sastra Ghending karya
Sultan Agung Babad Tanah Jawi Serat Centini Kerajinan perak (Kotagede) .Bangunan-bangunan,
Benda Pusaka dan lainnya Segara Wana dan Syuh Brata (Meriam) Masjid Agung
Negara Gerbang Makam kota gede Masjid makam Kota Gede Rumah Kalang Makam
raja-raja Mataram di Imogiri. Kemunduran Mataram Islam berawal saat kekalahan
Sultan Agung merebut Batavia dan menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Setelah
kekalahan itu, kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus karena sebagian rakyat
dikerahkan untuk berperang.
Kerajaan Cirebon Asal Mula Kerajaan
Cirebon• Orang dibalik mulanya Kerajaan Cirebon adalah Sunan Gunung Jati yang
bernama aslis Syarif Hidayatullah• Syarif Hidayatullah lahir pada tahun 1448•
Sunan Gunung Jati adalah putra dari Syarif Abdullah seorang dari Mesir dengan
Rara Satang, putri dari kerajaan Pajajaran• Sebagai anggota Wali Sanga Syarif
Hidayatullah memusatkan penyebaran Islam di Jawa Barat• Syarif Hidayatullah pun
membangun mesjid di Daerah Cirebon• Dan di daerah Cirebon dia bertemu Pangeran
Cakrabuwana seorang penguasa Cirebon• Pangeran Cakrabuwana keturunan Pajajaran
(Kerajaan Hindu) tetapi dia telah memeluk Agama IslamAsal Mula Kerajaan
Cirebon• Pangeran Cakrabuwana berkedudukan di Istana Pakungwati di Cirebon• Dan
setelah itu pemerintahan Pakungwati diserahkan ke Syarif Hidayatullah• Saat
memerintah Pakungwati, Syarif Hidayatullah berasil mengembangkan daerah tersebut
dan mengembangkan Cirebon menjadi kerajaan, setelah itu melepaskan diri dari
kekuasaan Pajajaran. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Perkembangan
Kerajaan Cirebon• Dibawah pemerintahan Syarif Hidayatullah, Kerajaan Cirebon
memiliki Perkembangan yang sungguh pesat.• Dan perkembangan dan penyebaran
Islam pun semakin meluas• Disaat Kerajaan Demak yang dibawah pimpinan
Fatahillah menyerang Portugis di Sunda Kelapa. Dan Kerajaan Cirebon pun
mengirimkan bantuan.• Pada tahun 1527 Fatahillah yang memimpin Kerajaan Demak
pun berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa• Syarif Hidayatullah pun
meminta Fatahillah menjadi bupati di Sunda Kelapa / Jayakarta Perkembangan
Kerajaan Cirebon• Untuk meneruskan pemerintahan di Cirebon, Syarif Hidayatullah
mengangkat Purtanya yg bernama Pangeran Pasarean untuk menduduki Takhta
Cirebon. Dan keturunan inilah yang menghasilkan generasi-generasi raja baru di
Cirebon selanjutnya.• Dengan Letak yang sungguh Strategis, Cirebon pun menjadi
kota dagang dan pelabuhan Ekspor dan Impor.• Hubungan dagang dengan Demak dan
Malaka juga mengalami peningkatan• Perkembangan Pelabuhan Cirebon pun
menghasilkan untung bagi daerah pedalamanPerkembangan Kerajaan Cirebon• Dibawah
pemerintahan Syarif Hidayatullah rakyat hidup sangat sejahtera.• Tapi saat
Cirebon dikuasai Mataram, rakyat tidak sebebas dulu lagi apalagi setelah di
kuasai VOC, kebebasan Rakyat malah menghilang. Runtuhnya Kerajaan Cirebon•
Tahun 1679 Cirebon terpaksa dibagi menjadi 2 kerajaan, yaitu Kasepuhan dan
Kanoman dengan suatu alasan• Saat kedudukan VOC di Batavia semakin kuat,
kedudukan Cirebon pun juga sangat terancam runtuh• Dengan politiknya VOC atau
Devide Et Impera Kesultanan Kanoman juga terpaksa dibagi dua yakni Kesultanan
Kanoman dan Kacirebonan• Setelah itu Cirebon menjadi terbagi 3 yaitu Kasepuhan,
Kanoman, dan Kacirebonan• Pada Akhir abad 17 Cirebon runtuh karena dikuasai
oleh VOC Lainnya• Setelah Indonesia merdeka, kerajaan Cirebon tidak benar-benar
hilang, tapi menjadi bagian dari Indonesia yakni menjadi Kota Cirebon dan
Kabupaten Cirebon• Setelah Indonesia Merdeka, Cirebon tidak lagi melaksanakan
Kesultanan/Kerajaannya. Walau banyak Keraton / Masjid yg didirikan oleh
Kerajaan Cirebon. Tapi Keraton / Masjid nya tersebut tetap digunakan untuk
ke-aktifitas keagamaan dan upacara adat. Keraton Kasepuhan
Kerajaan Banten Pada awalnya kawasan Banten juga dikenal denganBanten Girang
merupakan bagian dari kerajaan sunda.Kedatangan pasukan Kerajaan Demak di bawah
pimpinanMaulana Hasanuddin ke kawasan tersebut selain untukperluasan wilayah
juga sekaligus penyebaran dakwahIslam. Kemudian dipicu oleh adanya kerjasama
Sunda-Portugal dalam bidang ekonomi dan politik, hal inidianggap dapat
membahayakan kedudukan KerajaanDemak selepas kekalahan mereka mengusir Portugal
dariMelaka tahun 1513..v Pada tahun 1552 M, Faletehan
menyerahkanpemerintahan Banten kepada putranya,Hasanuddin. Dibawah pemerintahan
Sultan Hasanuddin (1552-1570M), Banten cepat berkembang menjadi besar.
Wilayahnyameluas sampai ke Lampung, Bengkulu, dan Palembang.v Semula Banten menjadi
daerah kekuasaan KerajaanPajajaran. Rajanya (Samiam) mengadakan hubungandengan
Portugis di Malaka untuk membendungmeluasnya kekuasaan Demak. Namunmelalui,
Faletehan, Demak berhasil mendudukiBanten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.v2. Perkembangan
AwalKerajaan BantenSeiring dengan kemunduran Demak terutamasetelah meninggalnya
Trenggana,Banten yangsebelumnya vazal dari Kerajaan Demak, mulaimelepaskan diri
dan menjadi kerajaan yangmandiri.v Selain mulai
membangun benteng pertahanan diBanten, Maulana Hasanuddin juga
melanjutkanperluasan kekuasaan ke daerah penghasil lada diLampung. Ia berperan
dalam penyebaran Islam dikawasan tersebut, selain itu ia juga telahmelakukan
kontak dagang dengan rajaMalangkabu (Minangkabau, KerajaanInderapura), Sultan
Munawar Syah dandianugerahi keris oleh raja tersebut.v3. Secara Geografis,
kerajaan banten terletak di daerahJawa Barat bagian utara . Kerajaan Banten
menjadipenguasa jalur pelayaran dan perdagangan yangmelalui Selat Sunda. Dengan
posisi yang strategisinilah, Kerajaan Banten berkembang menjadi sebuahkerajaan
besar di jawa Barat dan bahkan menjadisaingan berat VOC (Belanda) yang
berkedudukan diBatavia.PEMERINTAHANRaja-Raja Yang BerkuasaMaulana Hasanuddin
atau Pangeran Sabakingkin1552 - 1570Maulana Yusuf atau Pangeran Pasareyan1570 -
1585Maulana Muhammad atau Pangeran Sedangrana1585 - 1596Sultan Abu al-Mafakhir
Mahmud Abdulkadir atauPangeran Ratu 1596 - 1647Sultan Abu al-Maali Ahmad1647 -
1651Sultan Ageng Tirtayasa atau Sultan Abu al-FathAbdul Fattah 1651-1682Sultan
Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar1683 - 1687Sultan Abu Fadhl Muhammad
Yahya1687 - 1690 Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin1690 - 1733Sultan
Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin1733 - 1747Ratu Syarifah Fatimah1747 -
1750Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri1753 - 1773Sultan Abul Mafakhir
Muhammad Aliuddin1773 - 1799Sultan Abul Fath Muhammad MuhyiddinZainussalihin
1799 - 1803Sultan Abul Nashar Muhammad IshaqZainulmutaqin 1803 - 1808Sultan
Muhammad bin Muhammad MuhyiddinZainussalihin 1809 - 1813Pada masa ini Banten
juga berusaha keluar daritekanan yang dilakukan VOC, yang sebelumnyatelah
melakukan blokade atas kapal-kapal dagangmenuju Banten.q Dalam mengamankan
jalur pelayarannya Bantenjuga mengirimkan armada lautnya ke Sukadanaatau
Kerajaan Tanjungpura (Kalimantan Baratsekarang) dan menaklukkannya tahun 1661.q Banten memiliki
armada yangmengesankan, dibangun atas contoh Eropa, sertajuga telah mengupah
orang Eropa bekerja padaKesultanan Banten.q8. Puncak
KejayaanKerajaan BantenMasa Sultan Ageng Tirtayasa (bertahta
1651-1682)dipandang sebagai masa kejayaan Banten. Di bawahKepemimpinan dia:9.
Penurunan danPenghapusan Kesultanan• Bantuan dan dukungan VOC kepada Sultan
Hajimesti dibayar dengan memberikan kompensasikepada VOC di antaranya pada 12
Maret 1682,wilayah Lampung diserahkan kepada VOC, sepertitertera dalam surat
Sultan Haji kepada Mayor Issacde Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia
yangsedang berlabuh di Banten.• Setelah meninggalnya Sultan Haji tahun 1687,
VOCmulai mencengkramkan pengaruhnya di KesultananBanten, sehingga pengangkatan
para SultanBanten mesti mendapat persetujuan dari GubernurJendral
Hindia-Belanda di Batavia.Perang saudara yang berlangsung antara sultanageng
dan sultan Haji di Banten meninggalkanketidakstabilan pemerintahan masa
berikutnya.• Konfik antara keturunan penguasa Banten maupunKesultanan Banten
resmi dihapuskan tahun 1813oleh pemerintah kolonial Inggris.[21] Pada tahunitu,
Sultan Muhammad bin Muhammad MuhyiddinZainussalihin dilucuti dan dipaksa turun
tahta olehThomas Stamford Raffles. Peristiwa ini merupakanpukulan pamungkas
yang mengakhiri riwayatKesultanan Banten.Sejarah Itu asyikkhaaaannn ?? Kehidupan SosialAgama• Berdasarkan data
arkeologis, masa awal masyarakatBanten dipengaruhi oleh beberapa kerajaan
yangmembawa keyakinan Hindu-Budha, sepertiTarumanagara, Sriwijaya dan Kerajaan
Sunda.• Islam menjadi pilar pendirian Kesultanan Banten, SultanBanten dirujuk
memiliki silsilah sampai kepada NabiMuhammad, dan menempatkan para ulama
memilikipengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakatnya,seiring itu tarekat
maupun tasawuf juga berkembang diBanten. Sementara budaya masyarakat menyerap
Islamsebagai bagian yang tidak terpisahkan. Beberapa tradisiyang ada
dipengaruhi oleh perkembangan Islam dimasyarakat, seperti terlihat pada
kesenian bela diriDebus.• Kadi memainkan peranan penting dalam
pemerintahanKesultanan Banten, selain bertanggungjawab dalampenyelesaian
sengketa rakyat di pengadilan agama,juga dalam penegakan hukum Islam seperti
hudud. Toleransi umat beragama di Banten, berkembangdengan baik. Walau
didominasi olehmuslim, namun komunitas tertentu diperkenankanmembangun sarana
peribadatan mereka, di manasekitar tahun 1673 telah berdiri beberapa
klentengpada kawasan sekitar pelabuhan Banten.Ini salah satu Lukisan litograf
Masjid Agung Bantenpada kurun 1882-1889.Tak dapat dipungkiri sampai pada
tahun1678, Banten telah menjadi kotametropolitan, dengan jumlah penduduk
dankekayaan yang dimilikinya menjadikan Bantensebagai salah satu kota terbesar
di dunia pada masatersebut.Ø Pada masa Sultan
Ageng antara 1663 dan 1667pekerjaan pengairan besar dilakukan
untukmengembangkan pertanian. Di bawah SultanAgeng, perkembangan penduduk
Banten meningkatsignifikan.Ø Dalam meletakan dasar
pembangunan ekonomiBanten, selain di bidang perdagangan untuk daerahpesisir,
pada kawasan pedalaman pembukaan sawahmulai diperkenalkan.Ø13. PEREKONOMIAN
Kerajaan Makasar Makassar terletak di
pantai barat Semenanjung Sulawesi Selatan yang memiliki posisi yang penting
karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara. Hal itu menjadikan
Makassar sebagai pusat persinggahan para pedagang dan Kerajaan Makasar
berkernbang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan
Nusantara. Perkembangan Kerajaan Makassar tidak terlepas dari peranan raja
-raja yang memerintah. Ada raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makassar
antara lain sebagai berikut:Sultan Alauddin (1591-1639 M) Sultan Alauddin
sebelumnya bernama asli Karaeng Matowaya Tumamenanga Ri Agamanna dan merupakan
raja Makassar pertama yang memeluk agama lslam. Pada pemerintahan Sultan
Alauddin, Kerajaan Makassar mulai terjun dalam dunia pelayaran dan perdagangan
Sultan Muhammad Said (1639-1653 M) Pada pemerintahan Sultan Muhammad Said,
perkembangan Makassar maju pesat seba bandar transit, bahkan Sultan Muhammad
Said juga pernah mengirimkan pasukan ke Maluku untuk membantu rakyat Maluku berperang
melawan Sultan Hasanuddin (16531669 M) Pada masa pemerintahan Sultan
Hasanuddin, Makassar mencapai masa kejayaan. Makasar berhasil menguasai hampir
seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan memperluas wilayah kekuasaannya ke Nusa
Tenggara (Sumbawa dan sebagian Flores). Hasanuddin mendapat julukan Ayam Jantan
dari Timur. Karena keberaniannya dan semangatPerkembangan Makassar menyebabkan
VOC merasa tersaingi. Sehingga mendorong VOC melakukan taktik sehingga
menyebabkan sultan Hasanuddin di tangkap dan di paksa menandatangani perjanjian
Bongaya. Isi dari Perjanjian Bongaya antara lain: 1. VOC memperoleh hak
monopoli perdagangan di Makasar. 2. Belanda dapat mendirikan benteng di
Makasar. 3. Makasar harus melepaskan Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi
perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari
Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan
melawan Belanda.Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan
pasukannya secara besarbesaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya
kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.Jatuhnya Malaka ke tangan
Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagangyang§ Memiliki pelabuhan
yang baik § Letak yang strategis §12. Kerajaan Makasar
merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di
Indonesia bagian Timur. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor sebagai berikut Dari
segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya
yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal.
Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan
Lombo.Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal
sampai mancanegara.18. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang)
adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan GowaTallo. Letak benteng ini berada
di pinggir pantai sebelah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. barat Mesjid
Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejak berdirinya telah mengalami beberapa
kali pemugaran. Pemugaran itu dilakukan Mahmud berturut-turut oleh mulai Sultan
(1818), hingga beberapa raja selanjutnya.
Sejarah
Kerajaan Ternate dan Tidore
Sejarah
Kerajaan Ternate dan Tidore - Di Maluku terdapat dua kerajaan yang berpangaruh, yakni
Ternate dan Tidore. Kerajaan Ternate terdiri dari persekutuan lima daerah,
yaitu Ternate, Obi, Bacan, Seram, Ambon, (disebut Uli Lima) sebagai
pimpinannya adalah Ternate. Adapun Tidore terdiri dari sembilan satuan negara
disebut Uli Siwa yang terdiri dari Makyan, Jailolo, dan daerah
antara Halmahera-Irian.
Kedatangan Islam ke
Maluku tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara
pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi
setempat, sejak abad ke-14, Islam sudah masuk daerah Maluku. Raja Ternate kedua
belas, Molomateya (1350-1357) bersahabat karib dengan orang Arab yang memberi
petunjuk mengenai cara membuat kapal.
Raja yang benar-benar
memeluk Islam adalah Zainal Abidin (1486-1500). Ia mendapat ajaran Islam dari
Sunan Giri. Kekuasaan Ternate dan Tidore mencakup pulau-pulau yang ada di
sekitarnya. Penghasilan utamanya adalah cengkih, pala, rempah-rempah, dan
ramuan obat-obatan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Eropa.
Ketika bangsa Portugis
datang ke Ternate, mereka bersekutu dengan bangsa itu (1512). Demikian juga
ketika bangsa Spanyol datang ke Tidore, mereka juga bersekutu dengan bangsa itu
(1512). Portugis akhirnya dapat mendirikan benteng Sao Paulo di Ternate dan
banyak melakukan monopoli perdagangan. Tindakan ini menimbulkan perlawanan yang
dipimpin oleh Sultan Hairun (1550-1570). Tindakan Musquita menangkap Sultan
Hairun dilepas setelah kembali, tetapi kemudian dibunuh setelah paginya disuruh
berkunjung ke benteng Portugis.
Sultan Baabullah
(1570-1583) memimpin perlawanan untuk mengenyahkan Portugis dari Maluku sebagai
balasan terhadap kematian ayahnya. Benteng Portugis dikepung selama 5 tahun,
tetapi tidak berhasil. Sultan Tidore yang berselisih dengan Ternate kemudian
membantu melawan Portugis. Akhirnya, benteng Portugis dapat dikuasai setelah
Portugis menyerah karena dikepung dan kekurangan makanan. Tokoh dari Tidore
yang anti-Portugis adalah Sultan Nuku.
Pada tanggal 17 Juli
1780, Pata Alam dinobatkan sebagai vasal dari VOC dengan kewajiban menjaga
keamanan di wilayahnya, yaitu Maba, Weda, Patani, Gebe, Salawatti, Missol,
Waiguna, Waigen, negeri-negeri di daratan Irian, Pulau Bo, Popa, Pulau Pisang,
Matora, dan sebagainya. Di sisi lain, Nuku terus mengadakan perlawanan terhadap
Belanda di Ternate dan Tidore.
Pada tahun 1783, Pata
Alam menjalankan strategi untuk meraih loyalitas raja-raja Irian. Akan tetapi,
usaha tersebut menemui kegagalan, karena para utusan dengan pasukan mereka
berbalik memihak Nuku. Akhirnya, Pata Alam dituduh oleh Kompeni bersekongkol
dengan Nuku. Pata Alam ditangkap dan rakyat pendukungnya dihukum. Peristiwa ini
sering disebut Revolusi Tidore (1783).
Untuk mengatur kembali
Tidore, pada tanggal 18 Oktober 1783, VOC mengangkat Kamaludin untuk menduduki
takhta Tidore sebagai vasal VOC. Di sisi lain, perjuangan Nuku mengalami pasang
surut. Pada tahun 1794, gerakan tersebut mendapat dukungan dari Inggris.
Sekembalinya dari Sailan, Pangeran Jamaludin beserta angkatannya menggabungkan
diri dengan Nuku. Pada tanggal 12 April 1797 Angkatan Laut Nuku muncul di
Tidore. Hampir seluruh pembesar Tidore menyerah, kecuali Sultan Kamaludin
berserta pengawalnya. Mereka menyerahkan diri ke Ternate. Tidore diduduki oleh
Nuku hingga meninggal tanggal 14 November 1805 dan digantikan oleh Zaenal
Abidin.