Senin, 03 Maret 2014

akhirnya materi tenyangsejarah isalm selesai ini dia 10  rangkuman kerajaan islam di indonesia
 KERAJAAN ACEH
Abad ke 16 dan 17 aceh menjadi pangkalan dagang utama di Asia TenggaraAceh terletak di ujung utara Pulau Sumatra , perkembangan Aceh menjdi baik setelah jatuhnyaMalaka dan Pasai jatuh ke PortugisFaktor yang menyebabkan aceh berkembang dengan pesat adalh sebagai berikut Letak Ibu kota kerajaan aceh Strategis berada di pintu gerbang pelayaranAkibat jatuhnya malaka ke tangan portugis yang menyebabkan para pedagang Islam banyak yang singgah di Aceh.
Pelabuhan Aceh mempunyai persyaratan yang baik untuk pedagang dari luar.4.Daerah Aceh kaya akan lada sebagi mata dagangan yang penting.aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
Aceh terdesak oleh kerajaan Johor 
Perdagangan dan pelayaran di Aceh berkembang pesat
Aceh berusaha menguasai daerah-daerah yang dikuasai oleh Portugis dan daerah di Pantai barat Sumatra dikuasai aceh
Aceh mengalami puncak kejayaan.
Aceh dapat menembus perdagangan Portugis mulai dari Selat Malaka sampai Teluk Persia
Aceh berhasil membendung Ekspansi bangsa Erop

KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Demak yang terletak di Jawa Tengah merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak ini berdiri pada sekitar abad 15 M oleh Raden Patah (putra Raja Majapahit yang bernama Kertawijaya). Ketika kerajaan Majapahit mengalami kehancuran akibat perang saudtahun 1478, Demak bangkit menjadi kerajaan Islam. Selanjutnya kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar, di bawah kepemimpinan Raden Patah (1481-1518). Negeri-negeri di pantai utara Jawa yang sudah menganut Islam mengakui kedaulatan Demak. Bahkan Kekuasaan Demak meluas ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Palembang, dan Jambi.


Demak di bawah pimpinan Adipati Yunus (putra Raden Fatah) pada tahun 1512 dan 1513 melakukan penyerangan ke Malaka untuk menggempur kekuasaan Portugis di sana. Karena pernah menyerang ke Malaka itu, Adipati Yunus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor (Pangeran yang pernah menyebrang ke utara).
Pada masa Sultan Trenggana kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya. Beberapa tindakan penting yang dilakukannya, antara lain:
 menjadikan Demak sebagai salah satu pusatpenyebaran agama Islam di Nusantara.
 melakukan penguasaan terhadap daerah-daerah pantai utara Jawa seperti Banten dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah, hal ini dimaksudkan supaya Demak menjadi pusat kekuasaan Jawa.. melakukan penyebaran Islam ke Kalimantan Selatan dan membantu mendirikan Kerajaan Banjar.
Sepeninggal Pangeran Trenggana terjadi konflik dalam keluarga, hal ini mengakibatkan kekacauan dan banyak wilayah taklukannya yang memerdekakan diri. Ketegangan ini dapat diredakan setelah Jaka Tingkir yang menjabat Adipati Pajang sekaligus menantu Sultan Trenggono meredam pemberontakan Aria Panangsang yang menginginkan tahta kerajaan. Jaka Tingkir kemudian memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang yang sekaligus awal berdiri kerajaan Pajang.



Kerajaan Pajang Berdirinya Kerajaan Pajang tidak lepas dari runtuhnya Kerajaan Demak pada tahun 1568. Pada mulanya, Arya Penangsang yang menguasai Demak berhasil dikalahkan oleh Jaka Tingkir. Oleh Jaka Tingkir, pusat Kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang, sebelah barat kota Solo (sekarang). Sejak saat itu, berakhirlah Kerajaan Demak dan berdirilah Kerajaan Pajang. Adapun Demak pada saat itu, dijadikan wilayah kadipaten yang diserahkan kepada Arya Pangiri (putra Sunan Prawoto).Pada waktu Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) memerintah Kerajaan Pajang, Ki Ageng Pemanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai balas jasa atas bantuannya mengalahkan Arya Penangsang. Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, jabatan bupati di Mataram diberikan kepada Sutawijaya, putra angkat Ki Ageng Pemanahan (lihat Sejarah Kerajaan Mataram).Sepeninggal Sultan Hadiwijaya pada tahun 1582, takhta Pajang menjadi rebutan antara Pangeran Benawa (putra Hadiwijaya) dan Arya Pangiri (menantu Hadiwijaya). Arya Pangiri merasa tidak puas dengan hanya menjabat sebagai adipati di Demak. Pangeran Benawa disingkirkan dan hanya dijadikan adipati di Jipang. Selama berkuasa, (1582 – 1586), Arya Pangiri banyak melakukan tindakan yang meresahkan rakyat, sehingga menimbulkan berbagai perlawanan.Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pangeran Benawa untuk menghimpun kekuatan dan merebut kembali takhta Pajang. Dalam hal ini, Pangeran Benawa bekerja sama dengan Sutawijaya (Mataram). Akhirnya, Arya Pangiri dapat dikalahkan dan disuruh kembali ke Demak.Setelah Pajang kembali ke tangannya, Pangeran Benawa justru menyerahkan kekuasaan Pajang kepada Sutawijaya. Hal ini dilakukannya karena Pangeran Benawa merasa tidak mampu memimpin Pajang yang begitu luas. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram (1586). Sejak saat itu, berdirilah Kerajaan Mataram dengan Sutawijaya sebagai rajanya. Adapun Pajang dijadikan kadipaten dan Pangeran Benawa sebagai adipatinya.
Krajaan Mataram islamKerajaan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh Sutawijaya, keturunan dari Ki Ageng Pemanahan yang mendapat hadiah sebidang tanah dari raja Pajang, Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Kerajaan Mataram Islam berdiri sekitar tahun 1586 . Kerajaan ini bermula dari sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang.Raja pertama Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya. Sutawijaya memerintah dari tahun 1586– 1601. Ia bergelar Panembahan Senopati ing Alogo Sayidin Panotogomo. Pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram pecah menjadi dua kerajaan. Pembagian ini didasarkan pada isi Perjanjian Giyanti. Kedua kerajaan tersebut adalah Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan pusatnya di Yogyakarta. Kesultanan Yogyakarta diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I.Kesuhunan Surakarta dengan pusatnya di Surakarta. Kesuhunan Surakarta diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III. Perkembangan berikutnya, Kesuhunan Surakarta pecah menjadi dua, yaitu Kesuhunan dan Mangkunegaran. Pembagian ini didasarkan pada Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 antara Mas Said dan Mataram. Kasultanan Yogyakarta akhirnya juga terbagi atas Kasultanan dan Paku Alaman.Daerah Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam6. Sistem pemerintahan yang dianut Kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan tertinggi dan mutlak ada pada diri sultan. Seorang sultan atau raja sering digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri pada rakyat sekali seminggu di alunalun istana. Selain sultan, pejabat penting lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat. Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat administrasi.Sumber-sumber berita : Seni dan Tradisi : Sastra Ghending karya Sultan Agung Babad Tanah Jawi Serat Centini Kerajinan perak (Kotagede) .Bangunan-bangunan, Benda Pusaka dan lainnya Segara Wana dan Syuh Brata (Meriam) Masjid Agung Negara Gerbang Makam kota gede Masjid makam Kota Gede Rumah Kalang Makam raja-raja Mataram di Imogiri. Kemunduran Mataram Islam berawal saat kekalahan Sultan Agung merebut Batavia dan menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Setelah kekalahan itu, kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.
Kerajaan Cirebon Asal Mula Kerajaan Cirebon• Orang dibalik mulanya Kerajaan Cirebon adalah Sunan Gunung Jati yang bernama aslis Syarif Hidayatullah• Syarif Hidayatullah lahir pada tahun 1448• Sunan Gunung Jati adalah putra dari Syarif Abdullah seorang dari Mesir dengan Rara Satang, putri dari kerajaan Pajajaran• Sebagai anggota Wali Sanga Syarif Hidayatullah memusatkan penyebaran Islam di Jawa Barat• Syarif Hidayatullah pun membangun mesjid di Daerah Cirebon• Dan di daerah Cirebon dia bertemu Pangeran Cakrabuwana seorang penguasa Cirebon• Pangeran Cakrabuwana keturunan Pajajaran (Kerajaan Hindu) tetapi dia telah memeluk Agama IslamAsal Mula Kerajaan Cirebon• Pangeran Cakrabuwana berkedudukan di Istana Pakungwati di Cirebon• Dan setelah itu pemerintahan Pakungwati diserahkan ke Syarif Hidayatullah• Saat memerintah Pakungwati, Syarif Hidayatullah berasil mengembangkan daerah tersebut dan mengembangkan Cirebon menjadi kerajaan, setelah itu melepaskan diri dari kekuasaan Pajajaran. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Perkembangan Kerajaan Cirebon• Dibawah pemerintahan Syarif Hidayatullah, Kerajaan Cirebon memiliki Perkembangan yang sungguh pesat.• Dan perkembangan dan penyebaran Islam pun semakin meluas• Disaat Kerajaan Demak yang dibawah pimpinan Fatahillah menyerang Portugis di Sunda Kelapa. Dan Kerajaan Cirebon pun mengirimkan bantuan.• Pada tahun 1527 Fatahillah yang memimpin Kerajaan Demak pun berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa• Syarif Hidayatullah pun meminta Fatahillah menjadi bupati di Sunda Kelapa / Jayakarta Perkembangan Kerajaan Cirebon• Untuk meneruskan pemerintahan di Cirebon, Syarif Hidayatullah mengangkat Purtanya yg bernama Pangeran Pasarean untuk menduduki Takhta Cirebon. Dan keturunan inilah yang menghasilkan generasi-generasi raja baru di Cirebon selanjutnya.• Dengan Letak yang sungguh Strategis, Cirebon pun menjadi kota dagang dan pelabuhan Ekspor dan Impor.• Hubungan dagang dengan Demak dan Malaka juga mengalami peningkatan• Perkembangan Pelabuhan Cirebon pun menghasilkan untung bagi daerah pedalamanPerkembangan Kerajaan Cirebon• Dibawah pemerintahan Syarif Hidayatullah rakyat hidup sangat sejahtera.• Tapi saat Cirebon dikuasai Mataram, rakyat tidak sebebas dulu lagi apalagi setelah di kuasai VOC, kebebasan Rakyat malah menghilang. Runtuhnya Kerajaan Cirebon• Tahun 1679 Cirebon terpaksa dibagi menjadi 2 kerajaan, yaitu Kasepuhan dan Kanoman dengan suatu alasan• Saat kedudukan VOC di Batavia semakin kuat, kedudukan Cirebon pun juga sangat terancam runtuh• Dengan politiknya VOC atau Devide Et Impera Kesultanan Kanoman juga terpaksa dibagi dua yakni Kesultanan Kanoman dan Kacirebonan• Setelah itu Cirebon menjadi terbagi 3 yaitu Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan• Pada Akhir abad 17 Cirebon runtuh karena dikuasai oleh VOC Lainnya• Setelah Indonesia merdeka, kerajaan Cirebon tidak benar-benar hilang, tapi menjadi bagian dari Indonesia yakni menjadi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon• Setelah Indonesia Merdeka, Cirebon tidak lagi melaksanakan Kesultanan/Kerajaannya. Walau banyak Keraton / Masjid yg didirikan oleh Kerajaan Cirebon. Tapi Keraton / Masjid nya tersebut tetap digunakan untuk ke-aktifitas keagamaan dan upacara adat. Keraton Kasepuhan










Kerajaan Banten Pada awalnya kawasan Banten juga dikenal denganBanten Girang merupakan bagian dari kerajaan sunda.Kedatangan pasukan Kerajaan Demak di bawah pimpinanMaulana Hasanuddin ke kawasan tersebut selain untukperluasan wilayah juga sekaligus penyebaran dakwahIslam. Kemudian dipicu oleh adanya kerjasama Sunda-Portugal dalam bidang ekonomi dan politik, hal inidianggap dapat membahayakan kedudukan KerajaanDemak selepas kekalahan mereka mengusir Portugal dariMelaka tahun 1513..v Pada tahun 1552 M, Faletehan menyerahkanpemerintahan Banten kepada putranya,Hasanuddin. Dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1552-1570M), Banten cepat berkembang menjadi besar. Wilayahnyameluas sampai ke Lampung, Bengkulu, dan Palembang.v Semula Banten menjadi daerah kekuasaan KerajaanPajajaran. Rajanya (Samiam) mengadakan hubungandengan Portugis di Malaka untuk membendungmeluasnya kekuasaan Demak. Namunmelalui, Faletehan, Demak berhasil mendudukiBanten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.v2. Perkembangan AwalKerajaan BantenSeiring dengan kemunduran Demak terutamasetelah meninggalnya Trenggana,Banten yangsebelumnya vazal dari Kerajaan Demak, mulaimelepaskan diri dan menjadi kerajaan yangmandiri.v Selain mulai membangun benteng pertahanan diBanten, Maulana Hasanuddin juga melanjutkanperluasan kekuasaan ke daerah penghasil lada diLampung. Ia berperan dalam penyebaran Islam dikawasan tersebut, selain itu ia juga telahmelakukan kontak dagang dengan rajaMalangkabu (Minangkabau, KerajaanInderapura), Sultan Munawar Syah dandianugerahi keris oleh raja tersebut.v3. Secara Geografis, kerajaan banten terletak di daerahJawa Barat bagian utara . Kerajaan Banten menjadipenguasa jalur pelayaran dan perdagangan yangmelalui Selat Sunda. Dengan posisi yang strategisinilah, Kerajaan Banten berkembang menjadi sebuahkerajaan besar di jawa Barat dan bahkan menjadisaingan berat VOC (Belanda) yang berkedudukan diBatavia.PEMERINTAHANRaja-Raja Yang BerkuasaMaulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin1552 - 1570Maulana Yusuf atau Pangeran Pasareyan1570 - 1585Maulana Muhammad atau Pangeran Sedangrana1585 - 1596Sultan Abu al-Mafakhir Mahmud Abdulkadir atauPangeran Ratu 1596 - 1647Sultan Abu al-Maali Ahmad1647 - 1651Sultan Ageng Tirtayasa atau Sultan Abu al-FathAbdul Fattah 1651-1682Sultan Haji atau Sultan Abu Nashar Abdul Qahar1683 - 1687Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya1687 - 1690 Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin1690 - 1733Sultan Abul Fathi Muhammad Syifa Zainul Arifin1733 - 1747Ratu Syarifah Fatimah1747 - 1750Sultan Arif Zainul Asyiqin al-Qadiri1753 - 1773Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliuddin1773 - 1799Sultan Abul Fath Muhammad MuhyiddinZainussalihin 1799 - 1803Sultan Abul Nashar Muhammad IshaqZainulmutaqin 1803 - 1808Sultan Muhammad bin Muhammad MuhyiddinZainussalihin 1809 - 1813Pada masa ini Banten juga berusaha keluar daritekanan yang dilakukan VOC, yang sebelumnyatelah melakukan blokade atas kapal-kapal dagangmenuju Banten.q Dalam mengamankan jalur pelayarannya Bantenjuga mengirimkan armada lautnya ke Sukadanaatau Kerajaan Tanjungpura (Kalimantan Baratsekarang) dan menaklukkannya tahun 1661.q Banten memiliki armada yangmengesankan, dibangun atas contoh Eropa, sertajuga telah mengupah orang Eropa bekerja padaKesultanan Banten.q8. Puncak KejayaanKerajaan BantenMasa Sultan Ageng Tirtayasa (bertahta 1651-1682)dipandang sebagai masa kejayaan Banten. Di bawahKepemimpinan dia:9. Penurunan danPenghapusan Kesultanan• Bantuan dan dukungan VOC kepada Sultan Hajimesti dibayar dengan memberikan kompensasikepada VOC di antaranya pada 12 Maret 1682,wilayah Lampung diserahkan kepada VOC, sepertitertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issacde Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yangsedang berlabuh di Banten.• Setelah meninggalnya Sultan Haji tahun 1687, VOCmulai mencengkramkan pengaruhnya di KesultananBanten, sehingga pengangkatan para SultanBanten mesti mendapat persetujuan dari GubernurJendral Hindia-Belanda di Batavia.Perang saudara yang berlangsung antara sultanageng dan sultan Haji di Banten meninggalkanketidakstabilan pemerintahan masa berikutnya.• Konfik antara keturunan penguasa Banten maupunKesultanan Banten resmi dihapuskan tahun 1813oleh pemerintah kolonial Inggris.[21] Pada tahunitu, Sultan Muhammad bin Muhammad MuhyiddinZainussalihin dilucuti dan dipaksa turun tahta olehThomas Stamford Raffles. Peristiwa ini merupakanpukulan pamungkas yang mengakhiri riwayatKesultanan Banten.Sejarah Itu asyikkhaaaannn ??  Kehidupan SosialAgama• Berdasarkan data arkeologis, masa awal masyarakatBanten dipengaruhi oleh beberapa kerajaan yangmembawa keyakinan Hindu-Budha, sepertiTarumanagara, Sriwijaya dan Kerajaan Sunda.• Islam menjadi pilar pendirian Kesultanan Banten, SultanBanten dirujuk memiliki silsilah sampai kepada NabiMuhammad, dan menempatkan para ulama memilikipengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakatnya,seiring itu tarekat maupun tasawuf juga berkembang diBanten. Sementara budaya masyarakat menyerap Islamsebagai bagian yang tidak terpisahkan. Beberapa tradisiyang ada dipengaruhi oleh perkembangan Islam dimasyarakat, seperti terlihat pada kesenian bela diriDebus.• Kadi memainkan peranan penting dalam pemerintahanKesultanan Banten, selain bertanggungjawab dalampenyelesaian sengketa rakyat di pengadilan agama,juga dalam penegakan hukum Islam seperti hudud. Toleransi umat beragama di Banten, berkembangdengan baik. Walau didominasi olehmuslim, namun komunitas tertentu diperkenankanmembangun sarana peribadatan mereka, di manasekitar tahun 1673 telah berdiri beberapa klentengpada kawasan sekitar pelabuhan Banten.Ini salah satu Lukisan litograf Masjid Agung Bantenpada kurun 1882-1889.Tak dapat dipungkiri sampai pada tahun1678, Banten telah menjadi kotametropolitan, dengan jumlah penduduk dankekayaan yang dimilikinya menjadikan Bantensebagai salah satu kota terbesar di dunia pada masatersebut.Ø Pada masa Sultan Ageng antara 1663 dan 1667pekerjaan pengairan besar dilakukan untukmengembangkan pertanian. Di bawah SultanAgeng, perkembangan penduduk Banten meningkatsignifikan.Ø Dalam meletakan dasar pembangunan ekonomiBanten, selain di bidang perdagangan untuk daerahpesisir, pada kawasan pedalaman pembukaan sawahmulai diperkenalkan.Ø13. PEREKONOMIAN

Kerajaan Makasar Makassar terletak di pantai barat Semenanjung Sulawesi Selatan yang memiliki posisi yang penting karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara. Hal itu menjadikan Makassar sebagai pusat persinggahan para pedagang dan Kerajaan Makasar berkernbang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Perkembangan Kerajaan Makassar tidak terlepas dari peranan raja -raja yang memerintah. Ada raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makassar antara lain sebagai berikut:Sultan Alauddin (1591-1639 M) Sultan Alauddin sebelumnya bernama asli Karaeng Matowaya Tumamenanga Ri Agamanna dan merupakan raja Makassar pertama yang memeluk agama lslam. Pada pemerintahan Sultan Alauddin, Kerajaan Makassar mulai terjun dalam dunia pelayaran dan perdagangan Sultan Muhammad Said (1639-1653 M) Pada pemerintahan Sultan Muhammad Said, perkembangan Makassar maju pesat seba bandar transit, bahkan Sultan Muhammad Said juga pernah mengirimkan pasukan ke Maluku untuk membantu rakyat Maluku berperang melawan Sultan Hasanuddin (16531669 M) Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Makassar mencapai masa kejayaan. Makasar berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan memperluas wilayah kekuasaannya ke Nusa Tenggara (Sumbawa dan sebagian Flores). Hasanuddin mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. Karena keberaniannya dan semangatPerkembangan Makassar menyebabkan VOC merasa tersaingi. Sehingga mendorong VOC melakukan taktik sehingga menyebabkan sultan Hasanuddin di tangkap dan di paksa menandatangani perjanjian Bongaya. Isi dari Perjanjian Bongaya antara lain: 1. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar. 2. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar. 3. Makasar harus melepaskan Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besarbesaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagangyang§ Memiliki pelabuhan yang baik § Letak yang strategis §12. Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor sebagai berikut Dari segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo.Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara.18. Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan GowaTallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. barat Mesjid Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejak berdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemugaran itu dilakukan Mahmud berturut-turut oleh mulai Sultan (1818), hingga beberapa raja selanjutnya.





Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore
Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore - Di Maluku terdapat dua kerajaan yang berpangaruh, yakni Ternate dan Tidore. Kerajaan Ternate terdiri dari persekutuan lima daerah, yaitu Ternate, Obi, Bacan, Seram, Ambon, (disebut Uli Lima) sebagai pimpinannya adalah Ternate. Adapun Tidore terdiri dari sembilan satuan negara disebut Uli Siwa yang terdiri dari Makyan, Jailolo, dan daerah antara Halmahera-Irian.
Kedatangan Islam ke Maluku tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14, Islam sudah masuk daerah Maluku. Raja Ternate kedua belas, Molomateya (1350-1357) bersahabat karib dengan orang Arab yang memberi petunjuk mengenai cara membuat kapal. 
Raja yang benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin (1486-1500). Ia mendapat ajaran Islam dari Sunan Giri. Kekuasaan Ternate dan Tidore mencakup pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Penghasilan utamanya adalah cengkih, pala, rempah-rempah, dan ramuan obat-obatan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Eropa.
Ketika bangsa Portugis datang ke Ternate, mereka bersekutu dengan bangsa itu (1512). Demikian juga ketika bangsa Spanyol datang ke Tidore, mereka juga bersekutu dengan bangsa itu (1512). Portugis akhirnya dapat mendirikan benteng Sao Paulo di Ternate dan banyak melakukan monopoli perdagangan. Tindakan ini menimbulkan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Hairun (1550-1570). Tindakan Musquita menangkap Sultan Hairun dilepas setelah kembali, tetapi kemudian dibunuh setelah paginya disuruh berkunjung ke benteng Portugis.
Sultan Baabullah (1570-1583) memimpin perlawanan untuk mengenyahkan Portugis dari Maluku sebagai balasan terhadap kematian ayahnya. Benteng Portugis dikepung selama 5 tahun, tetapi tidak berhasil. Sultan Tidore yang berselisih dengan Ternate kemudian membantu melawan Portugis. Akhirnya, benteng Portugis dapat dikuasai setelah Portugis menyerah karena dikepung dan kekurangan makanan. Tokoh dari Tidore yang anti-Portugis adalah Sultan Nuku. 
Pada tanggal 17 Juli 1780, Pata Alam dinobatkan sebagai vasal dari VOC dengan kewajiban menjaga keamanan di wilayahnya, yaitu Maba, Weda, Patani, Gebe, Salawatti, Missol, Waiguna, Waigen, negeri-negeri di daratan Irian, Pulau Bo, Popa, Pulau Pisang, Matora, dan sebagainya. Di sisi lain, Nuku terus mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Ternate dan Tidore.
Pada tahun 1783, Pata Alam menjalankan strategi untuk meraih loyalitas raja-raja Irian. Akan tetapi, usaha tersebut menemui kegagalan, karena para utusan dengan pasukan mereka berbalik memihak Nuku. Akhirnya, Pata Alam dituduh oleh Kompeni bersekongkol dengan Nuku. Pata Alam ditangkap dan rakyat pendukungnya dihukum. Peristiwa ini sering disebut Revolusi Tidore (1783).
Untuk mengatur kembali Tidore, pada tanggal 18 Oktober 1783, VOC mengangkat Kamaludin untuk menduduki takhta Tidore sebagai vasal VOC. Di sisi lain, perjuangan Nuku mengalami pasang surut. Pada tahun 1794, gerakan tersebut mendapat dukungan dari Inggris. Sekembalinya dari Sailan, Pangeran Jamaludin beserta angkatannya menggabungkan diri dengan Nuku. Pada tanggal 12 April 1797 Angkatan Laut Nuku muncul di Tidore. Hampir seluruh pembesar Tidore menyerah, kecuali Sultan Kamaludin berserta pengawalnya. Mereka menyerahkan diri ke Ternate. Tidore diduduki oleh Nuku hingga meninggal tanggal 14 November 1805 dan digantikan oleh Zaenal Abidin.